Top 3 Tekno Berita Hari Ini: PPKM Level 3 Libur Nataru, Siklon Tropis 90S

Top 3 Tekno Berita Hari Ini dimulai dari topik tentang pemerintah memutuskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di hari libur Natal dan Tahun Baru pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Kebijakan itu dilakukan dengan tujuan untuk memutus penyebaran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Berita terpopuler selanjutnya tentang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau munculnya bibit siklon tropis yang dinamakan 90S. Berlokasi di Samudera Indonesia selatan Jawa Barat, dampak pembentukan siklon itu seperti hujan sedang hingga lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara Barat. Pengecualian wilayah yang hujan, yaitu DKI Jakarta dan sekitarnya serta Yogyakarta.

Selain itu, robot terbang Az-zawra Biantara milik tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta unjuk gigi di Kontes Robot Terbang Indonesia atau KRTI 2021. Robot meraih juara 2 untuk kategori Propulsion System Development (ESC/ECU) dan juara 3 kategori Ground Control Station (GCS).

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

1. Kebijakan PPKM Level 3 Libur Nataru, Mantan Direktur WHO Usul 5 Hal

Pemerintah memutuskan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di hari libur Natal dan Tahun Baru pada 24 Desember 2021-2 Januari 2022. Kebijakan itu dilakukan dengan tujuan untuk memutus penyebaran SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19.

Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020, Tjandra Yoga Aditama, membeberkan beberapa antisipasi yang perlu dilakukan. Yang pertama, menurutnya, saat ini masih satu bulan sebelum waktu libur panjang itu, dari pengalaman dan situasi dunia di tengah pandemi Covid-19, kondisi bisa berubah dalam hitungan minggu bahkan hari.

“Sehingga keputusan akhir tentu baiknya dilakukan ke lebih dekat dari waktu pelaksanaannya,” ujar dia melalui pesan WhatsApp, Minggu, 21 November 2021.

Antisipasi kedua, Guru Besar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan jika diumumkan sekarang agar masyarakat tidak telanjur membeli tiket transportasi, maka perlu diwaspadai kemungkinan tingginya mobilitas pada Kamis, 23 Desember atau sebelumnya. “Dan juga, sekali lagi, sejauh ini kita belum tahu pasti tentang bagaimana situasi epidemiologi nanti di hari-hari akhir Desember 2021,” katanya lagi.

2. Bibit Siklon Tropis 90S Terpantau di Selatan Jawa Barat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau munculnya bibit siklon tropis yang dinamakan 90S. Berlokasi di Samudera Indonesia selatan Jawa Barat, dampak pembentukan siklon itu seperti hujan sedang hingga lebat di Jawa hingga Nusa Tenggara Barat. Pengecualian wilayah yang hujan, yaitu DKI Jakarta dan sekitarnya serta Yogyakarta.

Kemunculan bibit siklon tropis 90S itu terpantau Ahad, 21 November 2021. Lokasi koordinatnya di titik 11,0 derajat Lintang Selatan dan 105,6 derajat Bujur Timur.

Kecepatan angin maksimumnya mencapai 20 knot. Adapun dampak tidak langsungnya selain hujan adalah gelombang laut tinggi, menurut BMKG lewat akun media sosialnya.

Potensi ketinggian ombak hingga 2,5 meter di perairan Pulau Eggano, Bengkulu, hingga Selat Sunda, lalu perairan selatan Banten hingga Jawa Timur.

3. KRTI 2021, Robot Terbang Az-zawra Bawa IoT dan Teknologi Ekonomis

Robot terbang Az-zawra Biantara milik tim mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta unjuk gigi di Kontes Robot Terbang Indonesia atau KRTI 2021. Robot meraih juara 2 untuk kategori Propulsion System Development (ESC/ECU) dan juara 3 kategori Ground Control Station (GCS).

KRTI 2021 digelar daring dan luring di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) oleh Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, 15-20 November 2021. Az-zawra Biantara diterjunkan mengikuti empat kategori yaitu GCS, ESC, Flight Controller (FC), dan Airframe Innovation.

“Kami menang pada sub divisi ESC dan GCS,” kata pendamping tim yang juga staf ahli Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNY, Pujianto, Minggu 22 November 2021.

Ketua Sub Divisi ESC tim robot UNY, Zulhakim Seftiyana Roviyan, menerangkan pentingnya rancangan robot dan komponen-komponen di dalamnya agar bisa terbang mulus. Menurutnya pesawat itu riskan, masalah sinyal hilang saja bisa menyebabkan crash. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.