5 Kesalahan saat Memanaskan Makanan Sisa yang Bisa Bikin Sakit

Makanan sisa sering kali menjadi penyelamat di kala tak punya waktu untuk memasak. Tinggal memanaskannya, makanan pun siap disantap.

Tapi hati-hati, memanaskan makanan sisa pun ternyata ada seninya. Sebab, kadang-kadang makanan sisa bisa terkontaminasi bakteri yang berpotensi berbahaya. Tak ingin keracunan makanan bukan?

Inilah enam kesalahan yang sering dilakukan saat memanaskan makanan sisa, dilansir dari Real Simple.

1. Membiarkan di suhu kamar lebih dari dua jam

Jangan biarkan makanan yang mudah rusak, termasuk makanan yang dimasak atau sisa makanan, disimpan pada suhu kamar selama lebih dari dua jam. Setelah memasak, pastikan menjaga hidangan pada suhu 60 derajat Celcius atau lebih hangat sampai atau saat disajikan. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, zona antara 4 derajat Celsius dan 60 derajat Celcius adalah tempat tumbuh bakteri berbahaya yang menyebabkan penyakit bawaan makanan. Dinginkan sisa makanan secepat mungkin di dalam wadah tertutup.

2. Tidak menyimpan di wadah kedap udara

Pilih wadah penyimpanan makanan berkualitas tinggi dan kedap udara. Juga, pastikan untuk mencocokkan jumlah sisa makanan dengan ukuran wadah.

3. Menyimpan sisa makanan lebih lama dari lima hari

Departemen Pertanian Amerika Serikat merekomendasikan menggunakan sisa makanan yang didinginkan dalam tiga hingga lima hari atau membekukannya hingga empat bulan. Hidung yang paling tahu, jadi pastikan untuk membuang makanan apa pun yang kehilangan bau khasnya, berwarna, atau berubah tekstur.

4. Memanaskan dengan suhu rendah

“Saat memanaskan kembali sisa makanan, pastikan suhunya mencapai 165 ° Fahrenheit (74 derajat Celcius) seperti yang diukur dengan termometer makanan,” rekomendasi Departemen Pertanian Amerika Serikat. “Panaskan kembali saus, sup, dan saus dengan merebusnya hingga mendidih. Tutup sisa makanan untuk dipanaskan kembali. Ini mempertahankan kelembapan dan memastikan bahwa makanan akan tetap panas.”

5. Kontaminasi silang di microwave

Banyak orang masih menggunakan microwave untuk mencairkan daging beku, lalu menggunakannya untuk memanaskan makanan. Ingatlah bahwa daging mentah sering membawa bakteri, jadi jika menggunakan microwave untuk mencairkan daging, seafood, atau unggas, cegah kontaminasi silang dengan menggunakan piring microwave berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *